“Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya:
"Sampai di sini TUHAN menolong kita."
1 Samuel
7:12
Bacaan Alkitab = 1 Samuel 7:2-14
Terkadang
Allah mengijinkan kita untuk kemudian menolong kita dalam menghadapi situasi
yang sulit dan menjepit, sehingga seakan tidak ada yang bisa kita andalkan
selain Tuhan saja, untuk mengingatkan kita bahwa Tuhan bukan cuma dicari kalau
lagi susah saja. Tapi Tuhan adalah segalanya yang seharusnya menjadi Pemimpin
kehidupan kita.
Itulah
yang ingin diingatkan Tuhan lewat peristiwa yang disebut Eben-Haezer, sampai di
sini Tuhan menolong kita.
Saat
itu Samuel mengumpulkan bangsa Israel di Mizpa untuk mengadakan ibadah
pertobatan massal bagi Israel. Ditengah berkumpul itu Israel tiba-tiba diserang
orang Filistin. Jadi saat itu orang-orang Israel benar-benar dalam kondisi tidak
siap berperang, mereka terjepit kemudian ketakutan tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
Maka berserulah mereka kepada Samuel, "Janganlah berhenti berseru bagi
kami kepada TUHAN, Allah kita, supaya Ia menyelamatkan kami dari tangan orang
Filistin itu." Disebutkan pada hari
itu TUHAN mengguntur dengan bunyi yang hebat ke atas orang Filistin dan
mengacaukan mereka semua. Sekali lagi Tuhan Allah menolong umat-Nya.
Tuhan
ingin mengingatkan Israel agar jangan melupakan Dia, jangan cuma mencari Dia
kalau lagi sulit saja seperti yang biasa mereka lakukan, tapi hendaknya mereka
mau hidup dalam pimpinan Tuhan. Sudah bukan rahasia lagi, kalau kita melihat
kitab Hakim-Hakim, bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang suka “tomat” alias
tobat-kumat. Kalau nyaman hidupnya maka secepat itu mereka melupakan Tuhan,
ketika kemudian Tuhan mengijinkan bangsa-bangsa lain mempersulit mereka maka
secepat itu juga mereka berseru dan meminta pertolongan Allah. Dan begitulah
dua hal itu berulang dan berulang.
Demikian
juga yang diingatkan kepada kita...
Terkadang
tanpa kita sadari, Tuhan hanya kita cari
kalau dalam kesulitan saja, itupun supaya kita dibantu untuk dilepaskan dari kesulitan itu. Maka biasanya ketika situasi mulai nyaman dan membaik,
apalagi kita merasa sudah cukup kuat, maka dengan cepat kita mengabaikan Tuhan.
Nanti ingat Tuhan lagi kalau ada kesulitan yang kita hadapi dan kita sudah
menyerah mengatasinya.
Maka
di dalam kemurahan-Nya, ketika kita dituntun Tuhan melewati kesulitan kehidupan
maka biarlah kita tidak kemudian berkata, “Sampai disini aja ya Tuhan, thank
you sudah menolong, sekarang aku sudah bisa sendiri, nanti kalau ada kesulitan
kita akan ketemu lagi.” Dan kemudian kita berjalan meninggalkan Dia.
Tetapi
ketika kita menyadari bahwa Eben-Haezer,
kalau sampai saat ini Tuhan yang menyertai dan menolong kita maka mari kita
belajar seperti Musa dalam Keluaran 33:15 yang berkata kepada Tuhan, "Jika
Engkau sendiri, TUHAN, tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat
dari sini.” Sampai sejauh ini, sampai di saat ini, adakah kita melihat
Eben-Haezer itu? Jika ya, maka kiranya doa Musa adalah juga menjadi doa kita
untuk menjalani hari-hari kita ke depan. “Kami tidak mau berjalan sendiri, kami
mau belajar berjalan bersama-Mu, dipimpin oleh-MU, Tuhan.” Dan kiranya Tuhan
menolong kita semua. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar