Sabtu, Februari 20, 2021

Eben-Haezer: Sampai Di Sini Tuhan Menolong Kita

 

“Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: 

"Sampai di sini TUHAN menolong kita."

1 Samuel 7:12

 

 

Bacaan Alkitab = 1 Samuel 7:2-14

 

Terkadang Allah mengijinkan kita untuk kemudian menolong kita dalam menghadapi situasi yang sulit dan menjepit, sehingga seakan tidak ada yang bisa kita andalkan selain Tuhan saja, untuk mengingatkan kita bahwa Tuhan bukan cuma dicari kalau lagi susah saja. Tapi Tuhan adalah segalanya yang seharusnya menjadi Pemimpin kehidupan kita.

Itulah yang ingin diingatkan Tuhan lewat peristiwa yang disebut Eben-Haezer, sampai di sini Tuhan menolong kita.

Saat itu Samuel mengumpulkan bangsa Israel di Mizpa untuk mengadakan ibadah pertobatan massal bagi Israel. Ditengah berkumpul itu Israel tiba-tiba diserang orang Filistin. Jadi saat itu orang-orang Israel benar-benar dalam kondisi tidak siap berperang, mereka terjepit kemudian ketakutan tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Maka berserulah mereka kepada Samuel, "Janganlah berhenti berseru bagi kami kepada TUHAN, Allah kita, supaya Ia menyelamatkan kami dari tangan orang Filistin itu."  Disebutkan pada hari itu TUHAN mengguntur dengan bunyi yang hebat ke atas orang Filistin dan mengacaukan mereka semua. Sekali lagi Tuhan Allah menolong umat-Nya.

Tuhan ingin mengingatkan Israel agar jangan melupakan Dia, jangan cuma mencari Dia kalau lagi sulit saja seperti yang biasa mereka lakukan, tapi hendaknya mereka mau hidup dalam pimpinan Tuhan. Sudah bukan rahasia lagi, kalau kita melihat kitab Hakim-Hakim, bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang suka “tomat” alias tobat-kumat. Kalau nyaman hidupnya maka secepat itu mereka melupakan Tuhan, ketika kemudian Tuhan mengijinkan bangsa-bangsa lain mempersulit mereka maka secepat itu juga mereka berseru dan meminta pertolongan Allah. Dan begitulah dua hal itu berulang dan berulang.

Demikian juga yang diingatkan kepada kita...

Terkadang  tanpa kita sadari, Tuhan hanya kita cari kalau dalam kesulitan saja, itupun supaya kita dibantu untuk  dilepaskan dari kesulitan itu. Maka biasanya ketika situasi mulai nyaman dan membaik, apalagi kita merasa sudah cukup kuat, maka dengan cepat kita mengabaikan Tuhan. Nanti ingat Tuhan lagi kalau ada kesulitan yang kita hadapi dan kita sudah menyerah mengatasinya.

Maka di dalam kemurahan-Nya, ketika kita dituntun Tuhan melewati kesulitan kehidupan maka biarlah kita tidak kemudian berkata, “Sampai disini aja ya Tuhan, thank you sudah menolong, sekarang aku sudah bisa sendiri, nanti kalau ada kesulitan kita akan ketemu lagi.” Dan kemudian kita berjalan meninggalkan Dia.   

Tetapi ketika kita menyadari bahwa  Eben-Haezer, kalau sampai saat ini Tuhan yang menyertai dan menolong kita maka mari kita belajar seperti Musa dalam Keluaran 33:15 yang berkata kepada Tuhan, "Jika Engkau sendiri, TUHAN, tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.” Sampai sejauh ini, sampai di saat ini, adakah kita melihat Eben-Haezer itu? Jika ya, maka kiranya doa Musa adalah juga menjadi doa kita untuk menjalani hari-hari kita ke depan. “Kami tidak mau berjalan sendiri, kami mau belajar berjalan bersama-Mu, dipimpin oleh-MU, Tuhan.” Dan kiranya Tuhan menolong kita semua. Amin.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar