(sebuah analisa sederhana dari penggemar sepakbola dan
Chelsea FC)

Luar Biasa!!! Hanya itu yang bisa diungkapkan oleh penulis
ketika menyaksikan final Liga Champions, Minggu dinihari, 20 Mei 2012 yang
lalu. Ketinggalan 0-1 sekitar 8 menit menjelang usai pertandingan, tetapi
membalik keadaan dengan sebuah gol penyeimbang kedudukan, penyelamatan gemilang
Petr Chech dari penalty Arjen Robben di babak perpanjangan waktu, serta ‘keberuntungan’
ketika adu penalti. Terbalas sudah tangis dan penyesalan 4 tahun lalu.
Di balik semua keberhasilan ini, sosok pelatih caretaker,
Roberto Di Matteo menarik untuk disorot. Banyak media mencatat bahwa dia adalah
salah seorang aktor keberhasilan Chelsea FC tahun ini. Piala FA di Inggris sebelumnya
sudah dicapai. Dilanjutkan dengan juara liga benua Eropa (Champions).
Pertanyaan yang berkutat di pikiran penulis adalah, mengapa
dia bisa berhasil? Apa yang dimiliki
oleh Di Matteo?
Berikut ini beberapa hasil analisa penulis berdasarkan
beberapa media yang penulis baca, baik media cetak maupun elektronik.
1. Kepribadian yang tenang dan hangat.
Secara
tampak luar, RDM (Roberto Di Matteo) memiliki ini. Dengan kepala plontos,
tetapi diselimuti senyum hangat yang terlalu tersebar (baik di pinggir lapangan
maupun ruang konfrensi pers), seolah memang menunjukkan RDM adalah pribadi yang
murah senyum. Tidak hanya itu, dia adalah pelatih yang tidak banyak omong
(bandingkan dengan Mourinho). Prinsipnya tenang-tenang wae sing penting hasile
piye. Tidak
heran banyak orang menyangsikan bahwa RDM dapat membawa kesuksesan bagi Chelsea
ketika menggantikan AndreVillas Boas (AVB) Maret lalu. Semua hal itu dibalikkan
dengan 2 prestasi sebagai pelatih CARETAKER.
2. Cerdik meracik strategi.
Di balik kepribadian yang tenang dan murah
senyum, ternyata RDM menyimpan segudang kecerdikan. Salah satu berita di surat
kabar Jawa Timur mencatat bahwa RDM sering berganti strategi ketika menghadapi
lawan. Dia tidak hanya memakai satu strategi dalam setiap pertandingan. Terkadang
dia pakai strategi “parkir bus” (grendel Italia) yang membuat lawan frustasi
menyerang dan kelupaan jaga gawang, terkadang strateginya menghasilkan banyak
gol ketika memang diperlukan (ingat ketika Chelsea mengalahkan Napoli 4-1 dan
membuyarkan banyak prediksi bahwa Chelsea akan tersingkir di liga champions). Herannya,
strategi-strategi itu berhasil dijalankan oleh para pemainnya. Memang, strategi
“parkir bus’ adalah yang diyakini banyak pengamat sepak bola sebagai strategi
yang memenangkan Chelsea di liga champions. Tetapi strategi itu dipilih karena
melihat lawan yang dinilai lebih “superior” dari Chelsea, yaitu Barcelona dan
Muenchen.
3. Dekat dengan pemain.
Dari beberapa media yang penulis baca, RDM dinilai lebih
pandai ‘mengambil’ hati pemain terutama pemain-pemain senior dan berpengaruh di
Chelsea, ketimbang AVB yang tercatat menimbulkan konflik dengan mereka. Ini
mengherankan karena ketika RDM diangkat menjadi caretaker, banyak suara sumbang
mengikutinya, mengatakan RDMpun tidak disukai para pemain seperti AVB.
Tidak hanya itu, RDM dinilai mampu membangkitkan kembali
semangat dan motivasi para pemain Chelsea yang sudah ambruk setelah beberapa
kekalahan yang mengakibatkan AVB dipecat Maret lalu.
Maka sudah sepatutnyalah ketika Chelsea FC juara liga
champions, beberapa pemain meminta dengan sangat supaya bos dan manajemen Chelsea
mengangkat sang caretaker sebagai pelatih tetap, tidak perlu toleh kanan kiri
lagi mencari pelatih baru. Istilahnya: wong ada permata di depan mata, ngapain susah-susah
nyari emas di rumah orang lain.
4. He is a Chelsea’s legend
RDM adalah salah seorang legenda Chelsea FC. Tercatat dia pernah bermain di klub tersebut pada tahun 1996-2002 sebelum akhirnya pensiun muda (31 th.) karena cedera parah. Semasa itu, RDM bersumbangsih memberikan beberapa gelar kepada Chelsea, baik di tingkat lokal maupun internasional.
RDM adalah salah seorang legenda Chelsea FC. Tercatat dia pernah bermain di klub tersebut pada tahun 1996-2002 sebelum akhirnya pensiun muda (31 th.) karena cedera parah. Semasa itu, RDM bersumbangsih memberikan beberapa gelar kepada Chelsea, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Sebagai legend, tentunya aura wibawa langsung terpancar di
hadapan pemain dan pendukung. Sehingga mungkin saja ini salah satu faktor mengapa
dia dihormati pendukung dan pemain Chelsea. Dia adalah LEGEND…
5. Family Man
Salah satu media elektronik mencatat hal yang menarik bahwa
RDM adalah seorang ayah yang sangat family man. Keluarga adalah motivator
terbesarnya. Dia tidak ingin dikenang sebagai pelatih hebat buat anak-anak dan
istrinya, tetapi dia hanya ingin dikenang sebagai orang tua yang hebat buat
mereka.
Terkadang, sukses seseorang dimulai dari rumah. Dukungan istri
dan anak-anak memang bisa menjadi ‘motivasi’ tersendiri buat seseorang. Oleh
karena itu, jangan abaikan keluarga kita.
Bahkan, seorang pemimpin rohani sekalipun dilihat ‘kehebatan’nya
ketika bagaimana dia bisa memimpin keluarganya, bukan semata kehebatannya di
luar keluarganya.
Mungkin hanya 5 faktor itu saja yang bisa diberikan penulis
untuk mengorek rahasia kesuksesan RDM tahun ini. Kiranya itu bisa menjadi salah
satu rahasia sukses para leaders di dunia apapun, tidak hanya sepakbola. Sambil
tentunya berharap analisa ini memang benar, bukan semata ‘pikiran’ penulis saja.