Senin, Mei 21, 2012

Rahasia Sukses Roberto Di Matteo di Chelsea FC


(sebuah analisa sederhana dari penggemar sepakbola dan Chelsea FC)
Luar Biasa!!! Hanya itu yang bisa diungkapkan oleh penulis ketika menyaksikan final Liga Champions, Minggu dinihari, 20 Mei 2012 yang lalu. Ketinggalan 0-1 sekitar 8 menit menjelang usai pertandingan, tetapi membalik keadaan dengan sebuah gol penyeimbang kedudukan, penyelamatan gemilang Petr Chech dari penalty Arjen Robben di babak perpanjangan waktu, serta ‘keberuntungan’ ketika adu penalti. Terbalas sudah tangis dan penyesalan 4 tahun lalu.

Di balik semua keberhasilan ini, sosok pelatih caretaker, Roberto Di Matteo menarik untuk disorot. Banyak media mencatat bahwa dia adalah salah seorang aktor keberhasilan Chelsea FC tahun ini. Piala FA di Inggris sebelumnya sudah dicapai. Dilanjutkan dengan juara liga benua Eropa (Champions).

Pertanyaan yang berkutat di pikiran penulis adalah, mengapa dia bisa berhasil? Apa  yang dimiliki oleh Di Matteo?  
Berikut ini beberapa hasil analisa penulis berdasarkan beberapa media yang penulis baca, baik media cetak maupun elektronik.

1. Kepribadian yang tenang dan hangat.
Secara tampak luar, RDM (Roberto Di Matteo) memiliki ini. Dengan kepala plontos, tetapi diselimuti senyum hangat yang terlalu tersebar (baik di pinggir lapangan maupun ruang konfrensi pers), seolah memang menunjukkan RDM adalah pribadi yang murah senyum. Tidak hanya itu, dia adalah pelatih yang tidak banyak omong (bandingkan dengan Mourinho). Prinsipnya tenang-tenang wae sing penting hasile piye. Tidak heran banyak orang menyangsikan bahwa RDM dapat membawa kesuksesan bagi Chelsea ketika menggantikan AndreVillas Boas (AVB) Maret lalu. Semua hal itu dibalikkan dengan 2 prestasi sebagai pelatih CARETAKER.

2. Cerdik meracik strategi.
Di balik kepribadian yang tenang dan murah senyum, ternyata RDM menyimpan segudang kecerdikan. Salah satu berita di surat kabar Jawa Timur mencatat bahwa RDM sering berganti strategi ketika menghadapi lawan. Dia tidak hanya memakai satu strategi dalam setiap pertandingan. Terkadang dia pakai strategi “parkir bus” (grendel Italia) yang membuat lawan frustasi menyerang dan kelupaan jaga gawang, terkadang strateginya menghasilkan banyak gol ketika memang diperlukan (ingat ketika Chelsea mengalahkan Napoli 4-1 dan membuyarkan banyak prediksi bahwa Chelsea akan tersingkir di liga champions). Herannya, strategi-strategi itu berhasil dijalankan oleh para pemainnya. Memang, strategi “parkir bus’ adalah yang diyakini banyak pengamat sepak bola sebagai strategi yang memenangkan Chelsea di liga champions. Tetapi strategi itu dipilih karena melihat lawan yang dinilai lebih “superior” dari Chelsea, yaitu Barcelona dan Muenchen.

3. Dekat dengan pemain.
Dari beberapa media yang penulis baca, RDM dinilai lebih pandai ‘mengambil’ hati pemain terutama pemain-pemain senior dan berpengaruh di Chelsea, ketimbang AVB yang tercatat menimbulkan konflik dengan mereka. Ini mengherankan karena ketika RDM diangkat menjadi caretaker, banyak suara sumbang mengikutinya, mengatakan RDMpun tidak disukai para pemain seperti AVB.
Tidak hanya itu, RDM dinilai mampu membangkitkan kembali semangat dan motivasi para pemain Chelsea yang sudah ambruk setelah beberapa kekalahan yang mengakibatkan AVB dipecat Maret lalu.
Maka sudah sepatutnyalah ketika Chelsea FC juara liga champions, beberapa pemain meminta dengan sangat supaya bos dan manajemen Chelsea mengangkat sang caretaker sebagai pelatih tetap, tidak perlu toleh kanan kiri lagi mencari pelatih baru. Istilahnya: wong ada permata di depan mata, ngapain susah-susah nyari emas di rumah orang lain.

4. He is a Chelsea’s legend
RDM adalah salah seorang legenda Chelsea FC. Tercatat dia pernah bermain di klub tersebut pada tahun 1996-2002 sebelum akhirnya pensiun muda (31 th.) karena cedera parah. Semasa itu, RDM bersumbangsih memberikan beberapa gelar kepada Chelsea, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Sebagai legend, tentunya aura wibawa langsung terpancar di hadapan pemain dan pendukung. Sehingga mungkin saja ini salah satu faktor mengapa dia dihormati pendukung dan pemain Chelsea. Dia adalah LEGEND…


5. Family Man
Salah satu media elektronik mencatat hal yang menarik bahwa RDM adalah seorang ayah yang sangat family man. Keluarga adalah motivator terbesarnya. Dia tidak ingin dikenang sebagai pelatih hebat buat anak-anak dan istrinya, tetapi dia hanya ingin dikenang sebagai orang tua yang hebat buat mereka.
Terkadang, sukses seseorang dimulai dari rumah. Dukungan istri dan anak-anak memang bisa menjadi ‘motivasi’ tersendiri buat seseorang. Oleh karena itu, jangan abaikan keluarga kita.
Bahkan, seorang pemimpin rohani sekalipun dilihat ‘kehebatan’nya ketika bagaimana dia bisa memimpin keluarganya, bukan semata kehebatannya di luar keluarganya.

Mungkin hanya 5 faktor itu saja yang bisa diberikan penulis untuk mengorek rahasia kesuksesan RDM tahun ini. Kiranya itu bisa menjadi salah satu rahasia sukses para leaders di dunia apapun, tidak hanya sepakbola. Sambil tentunya berharap analisa ini memang benar, bukan semata ‘pikiran’ penulis saja.



Jumat, Mei 18, 2012

HUT dekat hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga


Jarang-jarang ulang tahunku dekat dengan hari-hari penting. Yang paling kuinget adalah tahun 1998 ketika beberapa hari setelah ultahku, seorang presiden besar dari sebuah negara di Asia mengumumkan pengunduran dirinya. Benar-benar sebuah ulang tahun dengan situasi yang mencekam.

Tahun 2012 ini hari ultahku berselisih 1 hari saja dengan peringatan hari kenaikan Tuhan Yesus ke surga.
Bukan kebetulan pasti. Karena, Puji Tuhan, dengan ibadah kemarin Tuhan mengingatkan dan menguatkan imanku akan janji kedatangan-Nya yang kedua. Hidup dalam dunia ini, hidup bagi Dia, tidak ada yang sia-sia dengan pengharapan ini…

Di akhir dari kotbah, aku diingatkan akan firman dalam 2 Petrus 3. Di mana akan timbul banyak orang-orang mengejek janji kedatangan ke-2 Tuhan Yesus. Memikirkan ayat itu, bukan hanya para pengejek itu yang bisa meragukan kedatangan ke-2, terkadang dalam keseharian hidup kita sebagai anak-anak Tuhan, janji itu bisa seperti bias dan berlalu. Apa bener ya Tuhan Yesus akan datang kembali? Kenapa hidup ini seperti mengalir saja…penderitaan dan sukacita silih berganti.  Kepenatan menanggung beban hidup tetap ada…dan terkadang Tuhan seperti tidak sedang berbuat sesuatu menolong.

Tetapi, kupikir, karena itulah Tuhan izinkan kita mengingatkan akan kenaikan-Nya setiap tahun. Agar kita juga ingat akan kedatangan-Nya yang ke-2 kali. Supaya iman kita terus diarahkan kepada-Nya, agar pengharapan kita tidak pernah pupus. Agar kita ingat, dunia ini bukan tempat kita, rumahku di sana seberang langit biru…
Orang tak percaya boleh mencibir…tetapi kita sebagai anak-anak Tuhan tetap terus seperti Yohanes, yang berkata: “Amin, datanglah, Tuhan Yesus!” (Wahyu 22:20).
Hari boleh berganti hari, bulan boleh berganti bulan, tahun berganti tahun…tetapi hidup kita hendaknya terus dalam pimpinan, penyertaan, dan perlindungan Tuhan. Kiranya Tuhan boleh terus berkarya dalam hidupku…memakai aku, sekecil apapun itu, menjadi berkat bagi orang lain…
Amin…Puji Tuhan!

Jumat, Mei 04, 2012

Orang Kaya yang Bodoh


 Lukas 12:13-21

            Melalui bagian ini, Tuhan Yesus ingin mengingatkan kita akan bahaya ketamakan. Apa itu “tamak”? Tamak dapat diartikan sebagai serakah, selalu ingin yang lebih untuk diri sendiri. Sehingga orang yang tamak adalah orang yang selalu ingin mengejar ‘sesuatu’ (dalam hal ini adalah materi/kekayaan) untuk mendapatkannya secara lebih. Apa bahaya dari sifat seperti ini?
            Yang pertama, seperti yang nampak dalam bagian Firman Tuhan ini, ketamakan dapat menimbulkan perselisihan bahkan dengan keluarga atau saudara. Kisah orang kaya yang bodoh ini diajarkan Tuhan Yesus setelah ada seorang yang meminta supaya Dia menasihati saudaranya untuk berbagi warisan dengannya. Rupanya Tuhan Yesus tahu isi hati dari orang tersebut, dia tidak sedang mencari keadilan, tetapi mencari kekayaan (tamak). Pada hari-hari ini kita sering kali diperlihatkan dengan kenyataan ini. Bagaimana saudara sekandung saling membenci bahkan membunuh hanya karena harta. Bagaimana ayah dan anak saling membenci karena harta. Bagaimana antar saudara seiman saling membenci dan iri hati karena membanding-bandingkan harta.
            Yang kedua adalah ‘memperalat’ Tuhan untuk ketamakan. Ini jelas terlihat dalam diri orang yang meminta Tuhan menjadi pembelanya. Dia sedang memperalat Tuhan untuk ketamakannya. Terkadang dalam kehidupan anak-anak Tuhan hal ini bisa terjadi, terutama dalam doa, juga dalam pelayanan dan ibadah kita. Kita berdoa memohon berkat materi, memohon penyertaan Tuhan dalam bisnis dan pekerjaan kita, setia melayani, setia beribadah, setia memberi persepuluhan, hanya agar Tuhan disenangkan dan ‘harap-harap’ Dia memberi berkat melimpah kepada kita. Kita memperalat Dia dengan doa-doa dan kerohanian kita.
            Yang ketiga adalah hidup orang tamak hanya berfokus kepada materi dan penimbunan materi. Semua daya upaya, segenap pikiran, segenap waktu yang dipunyai, hanya ditujukan untuk mencari dan mendapatkan materi sebanyak-banyaknya. Materi adalah hidupnya, ketika banyak materi maka hidupnya merasa tenang. Tetapi apakah arti hidupnya? Apakah benar ini adalah tujuan hidupnya di dunia? Tuhan tidak membenci orang kaya, Tuhan tidak melarang orang untuk kaya. Tetapi Tuhan tidak mau hidup anak-anak-Nya hanya untuk mengejar kekayaan yang jelas-jelas adalah fana dan melupakan-Nya. ‘Toh ketika orang kaya meninggal, apakah gunanya kekayaannya?
            Bagaimana dengan kehidupan kita saat ini? Apakah kita sedang terjerat dalam dosa ketamakan? Jikalau “YA”, mari kita menyadarinya dan memohon ampun kepada Tuhan, serta meninggalkannya. Jikalau “TIDAK”, mari kita memohon agar Tuhan menjaga kehidupan kita dari dosa ketamakan.
                    

Bodoh?
Orang kaya dalam kisah T\uhan Yesus ini disebut sebagai orang bodoh. Apa artinya? Bukan berarti bahwa dia tidak bisa bekerja dengan baik, karena ‘toh dia mampu untuk menghasilkan kekayaan yang berlipat-lipat banyaknya. Bukan juga bahwa dia adalah orang yang rendah secara intelektual, karena kalau seperti itu bagaimana mungkin dia dapat bekerja dan menjadi kaya. Tetapi bodoh di sini mempunyai arti demikian:
1.      Lupa Tuhan
Dia menjadi orang yang lupa kepada siapa dia harus bergantung. Hidupnya justru digantungkan kepada materi, sesuatu yang berasal dari dunia ini, yang sifatnya fana dan tidak pasti. Bagaimana mungkin dia menaruh hidupnya pada sesuatu yang tidak pasti? Inilah yang terjadi dengan orang kaya bodoh ini, lupa Tuhan dan merasa hartanya adalah pegangannya. Banyak orang di dunia ini persis seperti orang kaya yang bodoh ini. Merasa harta adalah sandaran dan pegangan hidupnya. Kalau punya harta banyak, maka hidupnya pasti akan berhasil, pasti akan berjalan dengan tenang. Mereka lupa bahwa Tuhanlah sandaran hidup mereka. Celakanya, tanpa disadari banyak orang Kristen seperti ini. Oleh karena itu peringatan Tuhan Yesus harus kita ingat: “kalau jiwamu diambil dari padamu, untuk siapakah segala yang telah kau sediakan itu?” Apa artinya harta kita yang fana itu?
2.      Lupa hidupnya harus apa
Orang kaya ini bodoh selain karena lupa Tuhan, dia juga lupa hidupnya harus berbuat apa. Seperti disebutkan dalam renungan kemarin, ketamakan membuatnya hanya mengejar materi dan materi dan materi. Hidupnya hanya ditujukan untuk materi saja. Tetapi Tuhan Yesus mengingatkan agar hidup kita seharusnya ‘mengejar’ untuk kaya di hadapan Allah. Apa maksudnya?  Tuhan bukannya tidak suka orang kaya, atau menjadi kaya. Tetapi Tuhan ingin hidup anak-anak-Nya benar-benar penuh arti. Kalau dia kaya, bagaimana dia menggunakan kekayaannya? Adakah hati yang mau berbagi berkat dan melayani Tuhan melalui kekayaannya? Ketika kita begitu diberkati Tuhan dengan materi berlimpah, hendaknya kita mengingat ini. Bersyukurlah akan berkat Tuhan dalam hidup kita, jangan iri hati karena kekayaan orang lain, dan mari kita belajar berbagi berkat serta melayani Tuhan lewat materi kita. Biarlah kita kaya di hadapan Tuhan, bukan karena kita orang kaya, tetapi karena kita mau dipakai Tuhan menjadi saluran berkat-Nya.
Tuhan menolong kita semua. Amin.