Beberapa minggu yang lalu, seperti biasanya setiap hari minggu, saya istri dan audrey berangkat menuju gereja. Bedanya adalah hari itu saya mendapatkan jadwal berkotbah. Maka dengan kemeja berdasi, lengkap dengan Alkitab dan jas yang kutaruh di kursi samping mobil, berangkatlah kami ke gereja. Ketika sedang melaju di salah satu jalan yang terkenal dengan 'naik turunnya' karena aspal yang makin tidak rata (padahal itu jalan gede), tiba-tiba mobil saya disalip sebuah sedan dari kiri dengan kecepatan lumayan. Disalip sih ok ok aja ya...masalahnya adalah si dia tidak aware kalau ada kubangan air bekas hujan semalam. Maka mandilah mobil saya, yang membuat saya juga terkejut, sambil menahan marah.
Tanpa pikir panjang, wiper kunyalakan, dan kemudian pedal gas makin bertambah dalam alias gas kutekan kencang-kencang, lampu sorot kunyalakan 2 kali, menghujam mobil sedan yang melaju di depanku sekarang. "Siapa nih orang, nyalip tapi gak tahu diri"...begitu kataku dalam hati. Ketika sedang panas hati mengejar, Lina, istriku berkata, "Wes ya 'yang...". Maksudnya dia mau aku cooling down dan tidak perlu seperti itu... Tetapi aku tetap panas hati, mengejar, dan ingin tahu siapa orang di balik kemudi sedan tersebut. Si dia di sedan, sadar kalau dikejar, dia makin kenceng larinya. Ketika pengejaran sudah mulai mendekati U-Turn ke gereja, Lina kembali berkata (kali ini lebih tegas), "Wes ya 'yang, kamu mau kotbah...". Ucapan itu menyadarkan aku dari kepanasan hati, dan plus terlintas dalam hati adalah 'bagaimana mungkin aku dalam kondisi begini dan terus berkotbah...' 'wah, kalau ini jemaat, bagaimana nanti?'...tapi syukurlah, dia bukan jemaat...
Cuman, satu hal yang ku ingat...aku tidak ingin Iblis tertawa karena ini dan mencemari kotbahku...aku hanya ingin membuat Tuhan tersenyum...Senyum karena ada anak-Nya yang sadar diri dan mau mengingat-Nya...terlebih lagi aku selalu ingat kalimat ini: "Kalau engkau menghadapi suatu cobaan atau ujian ketika engkau mau berkotbah, ingatlah...Iblis sedang ingin mencobai untuk menjatuhkanmu, tetapi Tuhan setia menolong..."
Puji Tuhan, Thanks my wife...tiba di gereja, setelah bermenit menit berdoa kepada Tuhan, menarik napas barang beberapa menit untuk menenangkan diri, dan setelah itu aku bersama keluarga masuk ke gereja untuk melayani Dia...
Punya pengalaman yang sama?
Kita sadar salah satu pergumulan kita adalah menghadapi kedagingan yang kadang muncul dalam kebiasaan buruk. Menang dan kalah sering menjadi bagian dari pergumulan ini. Tetapi satu yang pasti adalah, kuasa kebangkitan Kristus nyata dan menjadi pegangan dalam pergumulan kita.
Juga, Dia memberikan orang-orang di sekitar kita untuk mengingatkan dan mencegah kita...bersyukurlah untuk pasangan, teman, keluarga yang masih mau mengingatkan dan mendoakan kita...
Adakah engkau bergumul juga dengan kebiasaan buruk? Kemenangan dalam peperangan rohani ini hanya didapat di dalam Kristus yang telah mati dan bangkit untuk kita. Mari maju 'berperang' dengan Kristus...Sedikit demi sedikit, tiap hari tiap sifat, Yesus mengubahku, Ya! Dia ubahku...
Amin. Tuhan menolong kita semua...