Senin, September 17, 2012

Milih Gubernur Aja Ngalahin Milih Presiden…



            Terus terang saya bukan warga DKI Jakarta, tapi kehebohan Pemilukada di DKI Jakarta membuat saya yang arek Suroboyo ‘terpaksa’ mengikuti perkembangannya supaya gak dibilang jadul. Entah kenapa, Pemilukada di Ibukota Negara kita ini begitu heboh tahun ini. Padahal, sebelum-belumnya tidak pernah. Mungkin benar kata orang…ini gara-gara si “Kotak-Kotak”.
Kampanye kreatif, memanfaatkan benar lifestyle dan media untuk promosi diri dan program, serta mempunyai kemampuan komunikasi interpersonal dan kemampuan melihat permasalahan secara komprehensif. Belum lagi, mereka nampaknya didukung sederet timses yang luar biasa kreatif dan mati-matian mendukung demi kemenangan. Gimana anak-anak muda gak jatuh hati dengan pesona kotak-kotak…sekarang setiap melihat baju kotak-kotak, bahkan bukan di Jakartapun, langsung pikiran saya mengingat JB, tentunya bukan Justin Bieber…
            Ketertarikan saya tidak berhenti hanya di sana…dalam debat di salah satu televisi swasta, saya makin melihat kemantapan baik secara emosi maupun intelek maupun kemampuan mengaplikasikan segala pengetahuan yang dimiliki, benar-benar ada di kedua pasangan ini. Wuah...ini orang hebat...memang benar pemimpin bukan pemimpi...
            Tetapi hal ini juga kemudian  memasuki pergumulan iman, saya bertanya kepada Tuhan…Inikah orang yang akan Kau ijinkan memimpin ibukota? Apakah nanti orang Kristen akan menjadi pemimpin yang terpandang dan tidak mempermalukan Tuhan? Apakah generasi Yusuf dan Daniel akan terulang kembali? 20 September jawabannya…
            Jujur, hati kecil menginginkan JB menjadi pemenangnya…tetapi saya menyadari, Tuhan Maha Kuasa, Maha Bijaksana, Maha Tahu. Manusia boleh mereka-reka…Tetapi jujur sekali lagi, saya berdoa dan bertanya: Tuhan, kalau memang mereka orang baik dan bisa membawa kesejahteraan, apakah nanti kalah dengan orang fasik? Masakan orang benar selalu kalah?
            Sekali lagi, Tuhan Maha Tahu, Maha Bijaksana, Maha Kuasa. Dia tahu yang terbaik untuk umat-Nya, sekaligus bangsa Indonesia. Maka, jikalau nanti 20 September, yang menjadi Gubernur dan Wagub bukan JB, saya tetap harus belajar memuji dan bersyukur…”Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yeremia 29:11).
            So, aku tetap berdoa, berharap, mengikuti perkembangan Pemilukada Jakarta, tetapi aku tetap belajar bersandar, berjalan dalam kehendak-Nya, walaupun nantinya kehendak Tuhan sometimes puzzling…Tuhan berkati Jakarta, Tuhan berkati Gereja-Nya…Tuhan berkati kita semua.
Selamat memilih Jakarta…

(sumber video: http://www.youtube.com/watch?v=kkxZTotQExQ)

Selasa, September 04, 2012

Sekolah adalah Miniatur Kehidupan



Menarik mengikuti kehidupan dan tingkah laku salah seorang juri Master Chef Indonesia yang disebut Juna ini. Bukan sekedar karena penampilannya yang keren, sehingga cukup digilai para wanita. Tetapi juga sikap dan komentarnya ketika menilai para kontestan tidak berubah dari seri 1 ke 2, tetap blak-blakan, cenderung arogan dan sedikit kasar (kalau tidak mau dibilang kasar), bahkan pernah dengan tegas memperlakukan beberapa kontestan seperti seorang komandan kepada prajuritnya dalam dunia militer.

Saya secara pribadi mencoba mengikuti dan mencari info tentang dia. Ternyata memang dia bukan sembarang chef.
Kehidupan yang sulit dan membuatnya harus banting tulang pernah dialami, ketika studi di luar negeri. Bekerja di restoran dari tingkat bawah, alias pelayan bersih-bersih, sampai chef pernah dijalani. Tidak hanya itu, kehidupan masa mudanya tidak luput dari kekerasan, geng motor, sampai hampir ditembak. Tato di kedua lengannya menunjukkan itu.
Tidak heran, blak-blakan dan tegas bahkan sedikit keras menjadi ciri khasnya.

Tetapi ada hal lain yang membuatnya bersikap seperti itu di galeri master chef. Salah satunya adalah Juna ingin benar-benar mempersiapkan kontestan menjadi profesional chef seperti dirinya. Dunia chef tidak segampang yang dikira. Sehingga memang kontestan dituntut untuk bisa menerima kritik, belajar dari kesalahan yang dibuatnya, punya motivasi untuk lebih baik dan maju, serta kepercayaan diri yang tinggi.
 Di galeri master chef, yang mengkritik hanya 3 orang, tetapi di luaran sana yang siap mengkritik bisa ratusan, bahkan ribuan orang. Dan, nama baik, harga diri, dan reputasi adalah taruhannya. Jangan sampai kontestan mendapat gelar master chef, tetapi ternyata tidak seperti itu.

Galeri master chef adalah sekolah persiapan seorang chef sejati. Sebuah miniatur kehidupan profesional chef yang sesungguhnya. Bukan hanya dari teknik memasak, cita rasa, tetapi juga mental seorang chef. This is not entertainment cooking show, This is master chef indonesia.

Begitulah juga sekolah...tempat murid menimba ilmu...ternyata juga sebuah tempat persiapan untuk menghadapi kehidupan yang sesungguhnya.
Sadarkah para murid akan hal ini? Inilah yang coba saya sampaikan ke mereka.
Tidak heran di sekolah mereka akan menemui kesulitan dari yang tingkat rendah sampai tinggi, menemui berbagai macam tipe orang, menemui tekanan, bahkan problem untuk dihadapi. Beruntunglah mereka mendapatkan pendampingan dari Guru untuk mengarahkan, memperlengkapi, menegur, mengajar mereka. Sehingga ketika mereka melewati waktu sekolah, paling tidak mereka punya modal untuk menghadapi kehidupan yang sesungguhnya di luar sana.

SEKOLAH ADALAH MINIATUR KEHIDUPAN...SEKOLAH KEHIDUPAN...

Ada 3 sikap untuk menjalani hal ini:
1. Sikap mau belajar, "Hati seorang murid".
Seorang murid haruslah mempunyai hati seorang murid. Rendah hati menerima pengajaran, rendah hati menerima teguran, rendah hati untuk mengaku salah, rendah hati untuk berteman dan menghormati orang lain. Jika tidak, wah, dia akan menjadi orang yang sombong, yang hanya bisa mengkritik dan berpikir dirinya tidak pernah salah. Atau sebaliknya dia akan menjadi orang minder, yang bisanya hanya menuntut untuk dimengerti, manja, dan tidak mau maju-maju.

2. Sikap mau belajar dari kesalahan agar tidak mengulanginya lagi.
Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Seorang manusia hendaknya belajar dari kesalahannya, melakukan evaluasi, menyiapkan strategi langkah ke depan, dengan demikian dia akan terhindar dari kesalahan yang sama. Memang tidak mudah, tetapi disinilah kedewasaan seseorang diperlihatkan.

3. Sikap mau belajar untuk mempersiapkan hari depan.
Sekolah bukan hanya untuk mendapatkan apa yang ada di depan mata, misalnya nilai baik, ijazah, rapor, beasiswa dan lain-lain. Sekolah untuk mempersiapkan hari depan. Maka, selagi sekolah ada baiknya memang hari depan mulai ditata.

Semuanya ini hendaknya dijalani bersama Tuhan. Mengapa? Karena kita manusia terbatas, kita manusia yang kurang hikmat, kita manusia yang bergumul dengan dosa. Bersama Tuhan, Dekat dengan-Nya, kita dimampukan, diberikan tuntunan, dan diberikan hikmat untuk melangkah dengan tepat. Khususnya di masa sekolah ini...Tuhan memberkati...Amin.





Rabu, Juli 04, 2012

Aku Melewatkan 'Kairos' Itu


AKU MELEWATKAN “KAIROS” ITU

Beberapa minggu lalu, kami sekeluarga berlibur ke Malaysia, tepatnya ke kota kecil, 2 jam perjalanan jauhnya dengan bus dari KL, bernama Melaka. Tujuan utamanya tentu saja untuk control kondisi terakhir dari kaki kiri istri, Lina, yang dioperasi 5 tahun lalu.
Praise God, kondisinya baik dan dokter cukup senang dengan kondisi kaki Lina.

Tetapi hal yang paling kusesali sampai sekarang, dan mungkin tidak akan terulang lagi…adalah kehilangan momen ini, kairos, kata orang.
Ketika sedang menikmati breakfast suatu pagi di sebuah hotel di Melaka, tiba-tiba pandanganku terganggu oleh banyaknya orang berlalu lalang dengan memakai kaos kuning berlogo AFC. Aku tahu, ini pasti rombongan dari organisasi sepakbola Asia tersebut. Tiba-tiba, si dia, yang fotonya nampang di sebelah ini terlihat tidak jauh dari meja tempat kami sedang makan. Aku tahu siapa dia, wasit korea berwajah boyband yang sempat menghebohkan Indonesia di Sea Games lalu. Apalagi banyak teman mengatakan dia sangat mirip dengan aku hehe…Ge-Er.

Kakiku sudah ingin melangkah mendekati dia dan sedikit mengajaknya berbincang, berfoto, dan membayangkan betapa luar biasanya wall FB-ku nantinya ketika fotoku dengan dia terpajang. Tetapi entah kenapa, ‘lem super duper kuat’ menahanku dan akhirnya kami terpisah. HIks HIks…penyesalan tiada guna…istriku hanya bisa berkata, kesempatan seperti ini tidak mungkin datang kedua kali. That’s Right!

Kairos, sebuah kesempatan, yang ada tetapi terlewatkan. Syukurlah, ini hanya momen berfoto dengan wasit yang wajahnya mirip aku =)…tetapi biarlah ketika Kairos yang Tuhan sediakan terpampang di hadapanku, Please God jangan aku melewatkannya…

Senin, Mei 21, 2012

Rahasia Sukses Roberto Di Matteo di Chelsea FC


(sebuah analisa sederhana dari penggemar sepakbola dan Chelsea FC)
Luar Biasa!!! Hanya itu yang bisa diungkapkan oleh penulis ketika menyaksikan final Liga Champions, Minggu dinihari, 20 Mei 2012 yang lalu. Ketinggalan 0-1 sekitar 8 menit menjelang usai pertandingan, tetapi membalik keadaan dengan sebuah gol penyeimbang kedudukan, penyelamatan gemilang Petr Chech dari penalty Arjen Robben di babak perpanjangan waktu, serta ‘keberuntungan’ ketika adu penalti. Terbalas sudah tangis dan penyesalan 4 tahun lalu.

Di balik semua keberhasilan ini, sosok pelatih caretaker, Roberto Di Matteo menarik untuk disorot. Banyak media mencatat bahwa dia adalah salah seorang aktor keberhasilan Chelsea FC tahun ini. Piala FA di Inggris sebelumnya sudah dicapai. Dilanjutkan dengan juara liga benua Eropa (Champions).

Pertanyaan yang berkutat di pikiran penulis adalah, mengapa dia bisa berhasil? Apa  yang dimiliki oleh Di Matteo?  
Berikut ini beberapa hasil analisa penulis berdasarkan beberapa media yang penulis baca, baik media cetak maupun elektronik.

1. Kepribadian yang tenang dan hangat.
Secara tampak luar, RDM (Roberto Di Matteo) memiliki ini. Dengan kepala plontos, tetapi diselimuti senyum hangat yang terlalu tersebar (baik di pinggir lapangan maupun ruang konfrensi pers), seolah memang menunjukkan RDM adalah pribadi yang murah senyum. Tidak hanya itu, dia adalah pelatih yang tidak banyak omong (bandingkan dengan Mourinho). Prinsipnya tenang-tenang wae sing penting hasile piye. Tidak heran banyak orang menyangsikan bahwa RDM dapat membawa kesuksesan bagi Chelsea ketika menggantikan AndreVillas Boas (AVB) Maret lalu. Semua hal itu dibalikkan dengan 2 prestasi sebagai pelatih CARETAKER.

2. Cerdik meracik strategi.
Di balik kepribadian yang tenang dan murah senyum, ternyata RDM menyimpan segudang kecerdikan. Salah satu berita di surat kabar Jawa Timur mencatat bahwa RDM sering berganti strategi ketika menghadapi lawan. Dia tidak hanya memakai satu strategi dalam setiap pertandingan. Terkadang dia pakai strategi “parkir bus” (grendel Italia) yang membuat lawan frustasi menyerang dan kelupaan jaga gawang, terkadang strateginya menghasilkan banyak gol ketika memang diperlukan (ingat ketika Chelsea mengalahkan Napoli 4-1 dan membuyarkan banyak prediksi bahwa Chelsea akan tersingkir di liga champions). Herannya, strategi-strategi itu berhasil dijalankan oleh para pemainnya. Memang, strategi “parkir bus’ adalah yang diyakini banyak pengamat sepak bola sebagai strategi yang memenangkan Chelsea di liga champions. Tetapi strategi itu dipilih karena melihat lawan yang dinilai lebih “superior” dari Chelsea, yaitu Barcelona dan Muenchen.

3. Dekat dengan pemain.
Dari beberapa media yang penulis baca, RDM dinilai lebih pandai ‘mengambil’ hati pemain terutama pemain-pemain senior dan berpengaruh di Chelsea, ketimbang AVB yang tercatat menimbulkan konflik dengan mereka. Ini mengherankan karena ketika RDM diangkat menjadi caretaker, banyak suara sumbang mengikutinya, mengatakan RDMpun tidak disukai para pemain seperti AVB.
Tidak hanya itu, RDM dinilai mampu membangkitkan kembali semangat dan motivasi para pemain Chelsea yang sudah ambruk setelah beberapa kekalahan yang mengakibatkan AVB dipecat Maret lalu.
Maka sudah sepatutnyalah ketika Chelsea FC juara liga champions, beberapa pemain meminta dengan sangat supaya bos dan manajemen Chelsea mengangkat sang caretaker sebagai pelatih tetap, tidak perlu toleh kanan kiri lagi mencari pelatih baru. Istilahnya: wong ada permata di depan mata, ngapain susah-susah nyari emas di rumah orang lain.

4. He is a Chelsea’s legend
RDM adalah salah seorang legenda Chelsea FC. Tercatat dia pernah bermain di klub tersebut pada tahun 1996-2002 sebelum akhirnya pensiun muda (31 th.) karena cedera parah. Semasa itu, RDM bersumbangsih memberikan beberapa gelar kepada Chelsea, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Sebagai legend, tentunya aura wibawa langsung terpancar di hadapan pemain dan pendukung. Sehingga mungkin saja ini salah satu faktor mengapa dia dihormati pendukung dan pemain Chelsea. Dia adalah LEGEND…


5. Family Man
Salah satu media elektronik mencatat hal yang menarik bahwa RDM adalah seorang ayah yang sangat family man. Keluarga adalah motivator terbesarnya. Dia tidak ingin dikenang sebagai pelatih hebat buat anak-anak dan istrinya, tetapi dia hanya ingin dikenang sebagai orang tua yang hebat buat mereka.
Terkadang, sukses seseorang dimulai dari rumah. Dukungan istri dan anak-anak memang bisa menjadi ‘motivasi’ tersendiri buat seseorang. Oleh karena itu, jangan abaikan keluarga kita.
Bahkan, seorang pemimpin rohani sekalipun dilihat ‘kehebatan’nya ketika bagaimana dia bisa memimpin keluarganya, bukan semata kehebatannya di luar keluarganya.

Mungkin hanya 5 faktor itu saja yang bisa diberikan penulis untuk mengorek rahasia kesuksesan RDM tahun ini. Kiranya itu bisa menjadi salah satu rahasia sukses para leaders di dunia apapun, tidak hanya sepakbola. Sambil tentunya berharap analisa ini memang benar, bukan semata ‘pikiran’ penulis saja.



Jumat, Mei 18, 2012

HUT dekat hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga


Jarang-jarang ulang tahunku dekat dengan hari-hari penting. Yang paling kuinget adalah tahun 1998 ketika beberapa hari setelah ultahku, seorang presiden besar dari sebuah negara di Asia mengumumkan pengunduran dirinya. Benar-benar sebuah ulang tahun dengan situasi yang mencekam.

Tahun 2012 ini hari ultahku berselisih 1 hari saja dengan peringatan hari kenaikan Tuhan Yesus ke surga.
Bukan kebetulan pasti. Karena, Puji Tuhan, dengan ibadah kemarin Tuhan mengingatkan dan menguatkan imanku akan janji kedatangan-Nya yang kedua. Hidup dalam dunia ini, hidup bagi Dia, tidak ada yang sia-sia dengan pengharapan ini…

Di akhir dari kotbah, aku diingatkan akan firman dalam 2 Petrus 3. Di mana akan timbul banyak orang-orang mengejek janji kedatangan ke-2 Tuhan Yesus. Memikirkan ayat itu, bukan hanya para pengejek itu yang bisa meragukan kedatangan ke-2, terkadang dalam keseharian hidup kita sebagai anak-anak Tuhan, janji itu bisa seperti bias dan berlalu. Apa bener ya Tuhan Yesus akan datang kembali? Kenapa hidup ini seperti mengalir saja…penderitaan dan sukacita silih berganti.  Kepenatan menanggung beban hidup tetap ada…dan terkadang Tuhan seperti tidak sedang berbuat sesuatu menolong.

Tetapi, kupikir, karena itulah Tuhan izinkan kita mengingatkan akan kenaikan-Nya setiap tahun. Agar kita juga ingat akan kedatangan-Nya yang ke-2 kali. Supaya iman kita terus diarahkan kepada-Nya, agar pengharapan kita tidak pernah pupus. Agar kita ingat, dunia ini bukan tempat kita, rumahku di sana seberang langit biru…
Orang tak percaya boleh mencibir…tetapi kita sebagai anak-anak Tuhan tetap terus seperti Yohanes, yang berkata: “Amin, datanglah, Tuhan Yesus!” (Wahyu 22:20).
Hari boleh berganti hari, bulan boleh berganti bulan, tahun berganti tahun…tetapi hidup kita hendaknya terus dalam pimpinan, penyertaan, dan perlindungan Tuhan. Kiranya Tuhan boleh terus berkarya dalam hidupku…memakai aku, sekecil apapun itu, menjadi berkat bagi orang lain…
Amin…Puji Tuhan!

Jumat, Mei 04, 2012

Orang Kaya yang Bodoh


 Lukas 12:13-21

            Melalui bagian ini, Tuhan Yesus ingin mengingatkan kita akan bahaya ketamakan. Apa itu “tamak”? Tamak dapat diartikan sebagai serakah, selalu ingin yang lebih untuk diri sendiri. Sehingga orang yang tamak adalah orang yang selalu ingin mengejar ‘sesuatu’ (dalam hal ini adalah materi/kekayaan) untuk mendapatkannya secara lebih. Apa bahaya dari sifat seperti ini?
            Yang pertama, seperti yang nampak dalam bagian Firman Tuhan ini, ketamakan dapat menimbulkan perselisihan bahkan dengan keluarga atau saudara. Kisah orang kaya yang bodoh ini diajarkan Tuhan Yesus setelah ada seorang yang meminta supaya Dia menasihati saudaranya untuk berbagi warisan dengannya. Rupanya Tuhan Yesus tahu isi hati dari orang tersebut, dia tidak sedang mencari keadilan, tetapi mencari kekayaan (tamak). Pada hari-hari ini kita sering kali diperlihatkan dengan kenyataan ini. Bagaimana saudara sekandung saling membenci bahkan membunuh hanya karena harta. Bagaimana ayah dan anak saling membenci karena harta. Bagaimana antar saudara seiman saling membenci dan iri hati karena membanding-bandingkan harta.
            Yang kedua adalah ‘memperalat’ Tuhan untuk ketamakan. Ini jelas terlihat dalam diri orang yang meminta Tuhan menjadi pembelanya. Dia sedang memperalat Tuhan untuk ketamakannya. Terkadang dalam kehidupan anak-anak Tuhan hal ini bisa terjadi, terutama dalam doa, juga dalam pelayanan dan ibadah kita. Kita berdoa memohon berkat materi, memohon penyertaan Tuhan dalam bisnis dan pekerjaan kita, setia melayani, setia beribadah, setia memberi persepuluhan, hanya agar Tuhan disenangkan dan ‘harap-harap’ Dia memberi berkat melimpah kepada kita. Kita memperalat Dia dengan doa-doa dan kerohanian kita.
            Yang ketiga adalah hidup orang tamak hanya berfokus kepada materi dan penimbunan materi. Semua daya upaya, segenap pikiran, segenap waktu yang dipunyai, hanya ditujukan untuk mencari dan mendapatkan materi sebanyak-banyaknya. Materi adalah hidupnya, ketika banyak materi maka hidupnya merasa tenang. Tetapi apakah arti hidupnya? Apakah benar ini adalah tujuan hidupnya di dunia? Tuhan tidak membenci orang kaya, Tuhan tidak melarang orang untuk kaya. Tetapi Tuhan tidak mau hidup anak-anak-Nya hanya untuk mengejar kekayaan yang jelas-jelas adalah fana dan melupakan-Nya. ‘Toh ketika orang kaya meninggal, apakah gunanya kekayaannya?
            Bagaimana dengan kehidupan kita saat ini? Apakah kita sedang terjerat dalam dosa ketamakan? Jikalau “YA”, mari kita menyadarinya dan memohon ampun kepada Tuhan, serta meninggalkannya. Jikalau “TIDAK”, mari kita memohon agar Tuhan menjaga kehidupan kita dari dosa ketamakan.
                    

Bodoh?
Orang kaya dalam kisah T\uhan Yesus ini disebut sebagai orang bodoh. Apa artinya? Bukan berarti bahwa dia tidak bisa bekerja dengan baik, karena ‘toh dia mampu untuk menghasilkan kekayaan yang berlipat-lipat banyaknya. Bukan juga bahwa dia adalah orang yang rendah secara intelektual, karena kalau seperti itu bagaimana mungkin dia dapat bekerja dan menjadi kaya. Tetapi bodoh di sini mempunyai arti demikian:
1.      Lupa Tuhan
Dia menjadi orang yang lupa kepada siapa dia harus bergantung. Hidupnya justru digantungkan kepada materi, sesuatu yang berasal dari dunia ini, yang sifatnya fana dan tidak pasti. Bagaimana mungkin dia menaruh hidupnya pada sesuatu yang tidak pasti? Inilah yang terjadi dengan orang kaya bodoh ini, lupa Tuhan dan merasa hartanya adalah pegangannya. Banyak orang di dunia ini persis seperti orang kaya yang bodoh ini. Merasa harta adalah sandaran dan pegangan hidupnya. Kalau punya harta banyak, maka hidupnya pasti akan berhasil, pasti akan berjalan dengan tenang. Mereka lupa bahwa Tuhanlah sandaran hidup mereka. Celakanya, tanpa disadari banyak orang Kristen seperti ini. Oleh karena itu peringatan Tuhan Yesus harus kita ingat: “kalau jiwamu diambil dari padamu, untuk siapakah segala yang telah kau sediakan itu?” Apa artinya harta kita yang fana itu?
2.      Lupa hidupnya harus apa
Orang kaya ini bodoh selain karena lupa Tuhan, dia juga lupa hidupnya harus berbuat apa. Seperti disebutkan dalam renungan kemarin, ketamakan membuatnya hanya mengejar materi dan materi dan materi. Hidupnya hanya ditujukan untuk materi saja. Tetapi Tuhan Yesus mengingatkan agar hidup kita seharusnya ‘mengejar’ untuk kaya di hadapan Allah. Apa maksudnya?  Tuhan bukannya tidak suka orang kaya, atau menjadi kaya. Tetapi Tuhan ingin hidup anak-anak-Nya benar-benar penuh arti. Kalau dia kaya, bagaimana dia menggunakan kekayaannya? Adakah hati yang mau berbagi berkat dan melayani Tuhan melalui kekayaannya? Ketika kita begitu diberkati Tuhan dengan materi berlimpah, hendaknya kita mengingat ini. Bersyukurlah akan berkat Tuhan dalam hidup kita, jangan iri hati karena kekayaan orang lain, dan mari kita belajar berbagi berkat serta melayani Tuhan lewat materi kita. Biarlah kita kaya di hadapan Tuhan, bukan karena kita orang kaya, tetapi karena kita mau dipakai Tuhan menjadi saluran berkat-Nya.
Tuhan menolong kita semua. Amin.


Rabu, April 25, 2012

Aku hanya Ingin Tuhan Tersenyum

Beberapa minggu yang lalu, seperti biasanya setiap hari minggu, saya istri dan audrey berangkat menuju gereja. Bedanya adalah hari itu saya mendapatkan jadwal berkotbah. Maka dengan kemeja berdasi, lengkap dengan Alkitab dan jas yang kutaruh di kursi samping mobil, berangkatlah kami ke gereja. Ketika sedang melaju di salah satu jalan yang terkenal dengan 'naik turunnya' karena aspal yang makin tidak rata (padahal itu jalan gede), tiba-tiba mobil saya disalip sebuah sedan dari kiri dengan kecepatan lumayan. Disalip sih ok ok aja ya...masalahnya adalah si dia tidak aware kalau ada kubangan air bekas hujan semalam. Maka mandilah mobil saya, yang membuat saya juga terkejut, sambil menahan marah.

Tanpa pikir panjang, wiper kunyalakan, dan kemudian pedal gas makin bertambah dalam alias gas kutekan kencang-kencang, lampu sorot kunyalakan 2 kali, menghujam mobil sedan yang melaju di depanku sekarang. "Siapa nih orang, nyalip tapi gak tahu diri"...begitu kataku dalam hati. Ketika sedang panas hati mengejar, Lina, istriku berkata, "Wes ya 'yang...". Maksudnya dia mau aku cooling down dan tidak perlu seperti itu... Tetapi aku tetap panas hati, mengejar, dan ingin tahu siapa orang di balik kemudi sedan tersebut. Si dia di sedan, sadar kalau dikejar, dia makin kenceng larinya. Ketika pengejaran sudah mulai mendekati U-Turn ke gereja, Lina kembali berkata (kali ini lebih tegas), "Wes ya 'yang, kamu mau kotbah...".  Ucapan itu menyadarkan aku dari kepanasan hati, dan plus terlintas dalam hati adalah 'bagaimana mungkin aku dalam kondisi begini dan terus berkotbah...' 'wah, kalau ini jemaat, bagaimana nanti?'...tapi syukurlah, dia bukan jemaat...

Cuman, satu hal yang ku ingat...aku tidak ingin Iblis tertawa karena ini dan mencemari kotbahku...aku hanya ingin membuat Tuhan tersenyum...Senyum karena ada anak-Nya yang sadar diri dan mau mengingat-Nya...terlebih lagi aku selalu ingat kalimat ini: "Kalau engkau menghadapi suatu cobaan atau ujian ketika engkau mau berkotbah, ingatlah...Iblis sedang ingin mencobai untuk menjatuhkanmu, tetapi Tuhan setia menolong..."
Puji Tuhan, Thanks my wife...tiba di gereja, setelah bermenit menit berdoa kepada Tuhan, menarik napas barang beberapa menit untuk menenangkan diri, dan setelah itu aku bersama keluarga masuk ke gereja untuk melayani Dia...

Punya pengalaman yang sama?

Kita sadar salah satu pergumulan kita adalah menghadapi kedagingan yang kadang muncul dalam kebiasaan buruk. Menang dan kalah sering menjadi bagian dari pergumulan ini. Tetapi satu yang pasti adalah, kuasa kebangkitan Kristus nyata dan menjadi pegangan dalam pergumulan kita.
Juga, Dia memberikan orang-orang di sekitar kita untuk mengingatkan dan mencegah kita...bersyukurlah untuk pasangan, teman, keluarga yang masih mau mengingatkan dan mendoakan kita...

Adakah engkau bergumul juga dengan kebiasaan buruk? Kemenangan dalam peperangan rohani ini hanya didapat di dalam Kristus yang telah mati dan bangkit untuk kita. Mari maju 'berperang' dengan Kristus...Sedikit demi sedikit, tiap hari tiap sifat, Yesus mengubahku, Ya! Dia ubahku...
Amin. Tuhan menolong kita semua...