Senin, Januari 18, 2010

Ada Apa dengan Facebook!!!


...disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.
Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.

Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,...
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Efesus 5:3b-4,5,15-16


Perkembangan teknologi informasi demikian cepatnya, sehingga tanpa sadar kehidupan manusia sekarang ada dalam dua dunia. Yang pertama adalah dunia realita, yaitu dunia di mana kita hidup setiap harinya. Dunia di mana ditemukan pergumulan, kesulitan, tantangan, dan segala norma hukum etika kehidupan. Dunia yang satu lagi adalah dunia maya, yaitu dunia di mana kita beraktivitas (berinternet) dalam laptop atau komputer atau gadget kita yang lain. Salah satu aktivitas dalam dunia maya yang sedang kondang akhir-akhir ini adalah facebook, situs pertemanan yang katanya paling ok sedunia, walau menurut beberapa sumber mulai dijauhi anak muda karena pengikutnya ternyata banyak orang dewasa.

Tentunya aktivitas dalam dunia facebook menimbulkan dampak positif dan juga negatif. Positifnya adalah ikatan pertemanan menjadi semakin terbangun, terutama dengan teman-teman lama yang sudah sulit sekali ditemui ketika kita makin dewasa. Selain itu, membangun jejaring dengan orang yang tidak kita kenalpun makin mudah, terutama ketika kita bisa masuk dalam situs fan club, religion grup, dsb. yang disediakan oleh facebook. Dampak negatifnya adalah sebagaimana aktivitas di dunia maya, kita semakin sulit membedakan mana realita dan mana yang maya. Kecanduan adalah dampak negatif lain dari facebook. Adalah sulit untuk satu hari tanpa membuka situs pertemanan ini. Narsis adalah dampak negatif lain. Tidak bisa menjadi artis/foto model? Pakailah facebook, di mana semua orang akan melihat fotomu yang bergaya artis/foto model masa kini. Tetapi dampak negatif yang mulai disadari penulis pada akhir-akhir ini adalah makin suburnya dosa dalam dunia maya, terutama seperti yang tercantum dalam Efesus 5:4 - perkataan kotor, sembrono, dan kosong.

Entah kenapa, di dunia maya, tidak ada lagi benar dan salah, dosa dan tidak, beretika dan tidak beretika. Setiap orang sepertinya diberikan hak untuk mengatakan dan menuliskan apapun. Bahkan yang merendahkan dan menghancurkan hidup seseorang itu halal untuk dilakukan. Mau menjelekkan orang dengan bahasa kiasan atau vulgar, tidak ada yang melarang dan menghukum (paling gak secara sosial; bahkan didukung). Mau menuliskan dan memposting hal yang memalukan orang lain dan diri sendiripun ok dilakukan, bahkan itu disertai dengan guyonan dan menertawakan diri sendiri. Dan kita makin senang kalau yang mengomentari makin banyak dan memanas. "Wah, aku bisa jadi wartawan infotainment nih!" =)
Dosa berkata-kata (melalui tulisan) seakan dihalalkan dan ditumbuhkembangkan untuk berbuah dalam kehidupan seseorang. Dan, sedihnya, anak-anak Tuhan tidak luput dari hal ini. Ini harus menjadi perhatian kita semua...Mengapa?

Ada beberapa alasan yang melatarbelakanginya...
1. Dunia realita mulai memperhatikan hal ini.
Baru-baru ini penulis mendapat artikel di Yahoo! tentang cara beberapa perusahaan di amrik menyeleksi calon pegawainya. Selain menyerahkan CV, calon pegawai harus mengizinkan akun facebooknya dilihat oleh tim penyeleksi. Ternyata hasilnya sangat luar biasa, sebagian besar calon pegawai ditolak hanya karena akun fbnya. Didapati, walau mereka adalah calon pegawai yang potensial, ternyata kehidupan mereka di dunia maya mengerikan. Ada yang sering berkomentar rasis, ada yang suka memposting gambar porno, ada yang suka mengisi status atau chatting dengan bahasa yang kasar dan vulgar. Tanpa melihat CV-nya, tim penyeleksi langsung menyingkirkan calon pegawai tsb. Mereka berkeyakinan, yang ditampakkan dalam dunia maya itulah jati diri sebenarnya dari calon pegawai tsb; seperti kata Alkitab, "serigala berbulu domba."
Kalau dunia saja mulai memperhatikan hal ini dengan serius, maka sangatlah terlambat kalau gereja Tuhan tidak memperhatikannya.
2. Firman Tuhan mengingatkan "Hari-hari ini adalah jahat, so hiduplah seperti orang arif dan bukan orang bebal."

Kesadaran bahwa pergumulan dengan si jahat dan dosa adalah hal yang kita hadapi setiap harinya, termasuk juga dalam dunia maya. Ketika orang-orang mulai menghalalkan dosa untuk berkata-kata di fb, bagaimana dengan kita? Hendaknya kita tidak jatuh dalam hal tsb. Hendaknya kearifan tetap ada dalam hidup kita, yaitu mencari dan mentaati kehendak Tuhan. Lebih lagi, mari kita pakai akun fb kita untuk menyebarkan yang benar, yang sedap didengar, dan yang berguna untuk saling membangun. Dan, jadilah teladan hidup benar dalam Firman Tuhan melalui fbmu. Ingat! Perkataan yang kotor, kosong, dan sembrono mungkin bagi beberapa orang adalah "dosa kecil", tetapi kita selalu tahu dosa itu selalu berkembang biak...so, hiduplah sebagai anak-anak terang yang selalu memohon pertolongan Tuhan untuk memenangkan peperangan rohani kita. God Bless you all!!!